ITUGOL : Liverpool Tumbang di Markas PSG, Dua Pemain Jadi Sorotan Kritik Jamie Carragher

ITUGOL — Liverpool berada di ambang eliminasi dari UEFA Champions League setelah mengalami kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Paris Saint-Germain. Tim asuhan Arne Slot harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0–2 pada leg pertama perempat final yang digelar di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.

Dua gol kemenangan PSG dicetak oleh Désiré Doué dan Khvicha Kvaratskhelia. Sepanjang pertandingan, tim tuan rumah tampil dominan dalam penguasaan bola maupun intensitas serangan. Sementara itu, Liverpool dapat terhindar dari kekalahan yang lebih besar berkat penampilan impresif penjaga gawang Giorgi Mamardashvili, yang melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Hasil negatif ini sekaligus memperpanjang periode buruk yang sedang dialami The Reds. Sebelumnya, mereka juga mengalami kekalahan telak 0–4 dari Manchester City di ajang FA Cup. Dengan rangkaian hasil tersebut, peluang Liverpool untuk meraih trofi pada musim ini semakin menipis dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung klub yang bermarkas di Anfield.
Tekanan pun mulai mengarah kepada pelatih Arne Slot, terutama terkait keputusan taktik yang ia terapkan dalam laga tersebut. Penggunaan formasi lima bek tanpa menurunkan Mohamed Salah sejak awal pertandingan dinilai sebagai langkah yang keliru dan berdampak besar terhadap buruknya performa tim.
Kritik Keras untuk Arne Slot

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, memberikan kritik tajam terhadap pendekatan taktik yang digunakan oleh manajer asal Belanda tersebut. Menurutnya, sistem lima bek yang diterapkan justru membuat lini pertahanan Liverpool menjadi lebih rentan dan mudah ditembus oleh serangan lawan.
Ia juga menyinggung besarnya dana transfer yang telah dikeluarkan klub, yang mencapai sekitar 450 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, menurut Carragher, investasi besar tersebut belum mampu memperkecil jarak kualitas antara Liverpool dan PSG.
Carragher menilai bahwa skema lima bek membuat para pemain harus menghadapi situasi satu lawan satu di banyak area lapangan, sehingga membuka ruang yang luas bagi serangan lawan. Kondisi itu memaksa tiga bek tengah untuk menutup area yang terlalu lebar, sesuatu yang dinilainya sangat berisiko dalam pertandingan level tinggi seperti Liga Champions.
Ia bahkan menyebut bahwa penampilan Virgil van Dijk dalam laga tersebut terlihat tidak nyaman, sesuatu yang jarang ia lihat sepanjang karier sang pemain bersama Liverpool.
Sorotan Tajam terhadap Ibrahima Konate

Selain mengkritik strategi tim, Carragher juga menyoroti performa individu di lini belakang Liverpool. Ia secara khusus menilai penampilan Ibrahima Konaté sangat mengecewakan, tidak hanya dalam pertandingan melawan PSG tetapi juga sepanjang musim ini.
Menurutnya, performa yang tidak konsisten dari Konate membuat beban kerja Virgil van Dijk menjadi jauh lebih berat. Di usia yang sudah memasuki pertengahan 30-an, Van Dijk dinilai harus bekerja ekstra keras untuk menutupi kesalahan rekan setimnya di lini pertahanan.
Carragher menilai kritik terhadap Van Dijk pada musim ini tidak sepenuhnya adil, karena sang kapten tetap tampil hampir di setiap pertandingan. Sebaliknya, ia menilai kesalahan yang berulang dari Konate menjadi faktor yang memperburuk stabilitas pertahanan Liverpool.
Perbedaan Kualitas PSG dan Liverpool Terlihat Jelas

Dominasi Paris Saint-Germain dalam pertandingan tersebut membuat perbedaan kualitas kedua tim terlihat sangat mencolok. Liverpool hanya mampu menguasai bola sekitar 26 persen sepanjang pertandingan dan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.
Situasi ini membuat Carragher merasa seolah menyaksikan pertandingan antara tim papan atas melawan tim dengan level yang jauh di bawahnya. Ia bahkan membandingkan performa PSG dengan gaya permainan legendaris Pep Guardiola saat melatih FC Barcelona pada masa kejayaannya.
Performa tersebut menjadi sinyal peringatan serius bagi Liverpool, yang kini harus berjuang keras membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan digelar di Anfield pekan depan. Tanpa perbaikan signifikan dalam organisasi permainan dan mentalitas tim, peluang untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions akan semakin sulit diraih.
Comments
Post a Comment