Gary Neville Sebut Marc Cucurella dan Enzo Fernandez ‘Khianati’ Liam Rosenior

 

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. © AP Photo/Kin Cheung

ITUGOLKesini — Legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik tajam terhadap situasi internal Chelsea FC. Ia menilai sikap beberapa pemain senior turut berperan dalam kegagalan Liam Rosenior yang baru saja dipecat dari kursi pelatih.

Pemecatan Rosenior memang mengejutkan banyak pihak, mengingat ia baru menjabat sekitar empat bulan. Namun, hasil buruk di lapangan menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.

Situs Bola Terpercaya 

Performa The Blues dalam beberapa pekan terakhir sangat mengecewakan. Mereka menelan lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Baca Juga : ITUGOL.com — 3 Kandidat Kuat Pengganti Liam Rosenior di Chelsea: Andoni Iraola, Marco Silva, atau Edin Terzic?


Kekalahan telak 0–3 dari Brighton & Hove Albion menjadi laga terakhir bagi pelatih asal Inggris itu. Untuk sementara, posisi pelatih kepala kini diisi oleh Calum McFarlane sebagai manajer interim hingga musim berakhir.

Padahal sebelumnya, Rosenior sempat diikat kontrak jangka panjang berdurasi lima setengah tahun. Dari total 23 pertandingan yang dijalani, ia hanya mampu mencatatkan 11 kemenangan, sebuah catatan yang dianggap belum memenuhi ekspektasi manajemen.

Tudingan Pengkhianatan dari Neville

Pascal Gross mencoba merebut bola dari kaki Marc Cucurella di laga Brighton vs Chelsea, Rabu (22/4/2026) © Premier League Official

Neville secara khusus menyoroti perilaku dua pemain kunci Chelsea, yakni Marc Cucurella dan Enzo Fernández. Keduanya disebut memberikan pujian berlebihan kepada mantan pelatih Enzo Maresca di tengah performa buruk tim.

Menurut Neville, tindakan tersebut terkesan tidak profesional dan justru memperburuk posisi Rosenior. Ia menilai pernyataan publik seperti itu seolah menunjukkan kurangnya kepercayaan pemain terhadap pelatih yang masih menjabat saat itu.

“Hasilnya memang tidak cukup baik. Ketika hasil pertandingan tidak memuaskan, seorang manajer pasti akan dipecat,” ujar Neville.
“Namun, Cucurella dan Enzo Fernandez adalah pemain berpengalaman. Mereka justru mengkhianati Rosenior dalam beberapa pekan terakhir dengan terus menyebut betapa mereka mencintai Maresca.”

Kritik Tajam untuk Manajemen Chelsea

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. © AP Photo/Ian Walton

Tak hanya pemain, Neville juga mengarahkan kritik keras kepada jajaran petinggi klub. Ia menilai struktur manajemen Chelsea saat ini tidak memiliki arah yang jelas dan penuh keputusan yang membingungkan.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah pemberian kontrak jangka panjang berdurasi enam hingga delapan tahun kepada sejumlah pemain dan staf. Menurutnya, strategi tersebut terasa tidak realistis dalam dinamika sepak bola modern yang sangat kompetitif.

Neville bahkan menyebut para pemilik klub belum sepenuhnya belajar dari kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya.

“Para pemilik klub sama sekali tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Keputusan mereka benar-benar kacau balau,” tegasnya.

Karier Rosenior Dinilai Terlalu Cepat Melonjak

Neville juga menilai bahwa Rosenior mungkin terlalu cepat menerima tantangan besar di klub sebesar Chelsea. Tekanan di Stamford Bridge dianggap sangat tinggi bagi pelatih yang masih dalam tahap pengembangan karier.

Meski demikian, ia memahami bahwa tawaran dari klub elite seperti Chelsea sangat sulit untuk ditolak oleh siapa pun.

Kini, Rosenior diharapkan bisa segera bangkit dari pengalaman pahit tersebut. Karier kepelatihannya dinilai masih panjang, asalkan ia mampu mengambil pelajaran dari periode singkat namun penuh tekanan di London Barat.

Sementara itu, Chelsea terus bergerak mencari manajer permanen baru untuk musim depan, dengan McFarlane memikul tanggung jawab besar menyelesaikan sisa kompetisi musim ini.

Comments